Bagaimana Lingkungan Kerja Memengaruhi Pengelolaan Diabetes
Lingkungan kerja sering kali menjadi tantangan tak terduga bagi pasien diabetes. Jadwal yang padat, stres tinggi, dan kurangnya...
DMPhas adalah kapsul herbal dari ekstrak buncis dan pare yang membantu mencegah dan meringankan diabetes. Dipercaya ribuan orang di seluruh Indonesia sejak 2014.
Empat alasan yang membuat DMPhas berbeda dari produk herbal lainnya.
DMPhas telah didaftarkan dan lulus uji Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, sehingga Anda dapat mengonsumsinya dengan tenang karena keamanannya sudah diuji.
Buncis terbukti membantu menurunkan kadar gula darah. DMPhas mengembangkan proses ekstraksi berpaten yang mempertahankan zat aktifnya secara optimal.
DMPhas diproduksi di fasilitas kami sendiri di Mataram, Lombok. Setiap batch dijaga kualitasnya agar Anda selalu menerima produk terbaik.
Diproduksi 100% di Indonesia dengan tenaga kerja dan bahan baku lokal. Dengan membeli DMPhas Anda turut mendukung petani dan ekonomi lokal.
Buncis (Phaseolus vulgaris) dan pare (Momordica charantia) mengandung komponen aktif beta-sitosterol dan stigmasterol yang bekerja mirip insulin: membantu menstabilkan gula darah dan melindungi sel beta pankreas.
DMPhas hanya menggunakan ekstrak buncis dan pare, tanpa bahan kimia obat.
Proses ekstraksi berpaten yang diakui mampu membantu menurunkan gula darah dan memperbaiki sel beta pankreas.
Sudah memiliki izin edar resmi dari BPOM RI sebagai obat tradisional.
DMPhas terbuat dari bahan alami, yaitu sayuran yang biasa dikonsumsi sehari-hari: buncis dan pare. Karena itu DMPhas dapat dikonsumsi rutin, baik untuk membantu mencegah maupun merawat diabetes.
Tanya Lebih LanjutPengalaman pribadi konsumen DMPhas. Hasil dapat berbeda pada setiap orang.
Tonton cerita singkatnya (1 menit) tentang bagaimana DMPhas membantu menjaga gula darahnya.
Testimoni Obat Herbal Diabetes DMPHAS - Bpk Aris W (Pengusaha)
Tonton di YouTube
Saya telah mengonsumsi DMPhas sejak tahun 2015 hingga saat ini. Sejak menggunakan DMPhas gula darah saya tetap terkendali, selain itu tubuh saya terasa lebih segar saat bangun tidur dan tidak mudah lelah saat beraktivitas.
Saya telah mengonsumsi DMPhas sejak tahun 2014. Dulu kaki saya divonis dokter untuk diamputasi karena diabetes, tapi sejak saya mengonsumsi DMPhas secara teratur kaki saya tidak jadi diamputasi, dan gula darah saya stabil hingga sekarang.
Saya penderita diabetes tipe 2. Pertama kali saya mengonsumsi DMPhas saat ada sosialisasi tentang diabetes. Saya mencoba selama 1 bulan, dan saat cek hasilnya gula darah saya stabil. Sampai saat ini saya tetap mengonsumsi DMPhas.
Pesan langsung ke kami agar Anda mendapatkan produk asli dengan harga resmi.
Harga resmi, belum termasuk ongkos kirim.
Ya. DMPhas telah lulus uji dan mendapatkan izin edar resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sejak 2014 sebagai obat tradisional. Nomor izin edar tercantum pada kemasan setiap botol.
Setiap kapsul DMPhas (300 mg) mengandung ekstrak buncis (Phaseolus vulgaris) dan ekstrak pare (Momordica charantia). Tidak ada bahan kimia obat yang ditambahkan.
DMPhas adalah herbal pendamping, bukan pengganti obat resep. Jika Anda sedang mengonsumsi obat diabetes atau insulin, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda dan tetap pantau kadar gula darah secara rutin.
Satu botol berisi 80 kapsul @ 300 mg dengan harga Rp 299.000. Pemesanan dilakukan langsung melalui tombol WhatsApp di situs ini. Kami mengirim ke seluruh Indonesia.
DMPhas terbuat dari sayuran yang biasa dikonsumsi sehari-hari, yaitu buncis dan pare, sehingga umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Hentikan pemakaian dan hubungi dokter jika Anda merasakan keluhan.
Artikel terbaru dari blog DMPhas Peduli.
Lingkungan kerja sering kali menjadi tantangan tak terduga bagi pasien diabetes. Jadwal yang padat, stres tinggi, dan kurangnya...
Mikroba usus atau mikrobiota memainkan peran penting dalam kesehatan manusia, termasuk pengelolaan diabetes. Penelitian terbaru...
Mengelola diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2, bukan hanya tantangan fisik, tetapi juga psikologis. Pasien sering kali harus...